NAMA : MASTURA IDAYU
LK 3.1 Menyusun Best Practices
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan,
Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)
Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
|
Lokasi |
TK-SDN SATU ATAP TELUK RADANG |
|
Lingkup Pendidikan |
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI |
|
Tujuan yang ingin dicapai |
Meningkatkan Minat Membaca Permulaan pada Anak Kelompok A di TK-SDN Satu Atap Teluk
Radang Menggunakan Media Digital. |
|
Penulis |
Mastura Idayu |
|
Tanggal |
15 September 2022 |
|
Situasi: Kondisi
yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk
dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. |
Latar Belakang Masalah; Adapun
kondisi yang melatarbelakangi masalah yang di ambil adalah: Anak
seringkali terlihat acuh ketika guru mengajak anak untuk bersama-sama membaca
gambar pada buku yang telah di sediakan, kemudian setelah buku tersebut
selesai dibaca, mayoritas anak masih belum mampu mengambil informasi dan
menceritakan kembali isi dari buku tersebut. Justru anak lebih memilih
melakukan aktivitas yang lain karena mereka seolah-olah merasa bahwa membaca
buku adalah suatu aktivitas yang membosankan. Kondisi ini diperburuk lagi
dengan minimnya pemanfaatan media dan model pembelajaran yang inovatif dari
guru. Pentingnya praktik pembelajaran ini
untuk di bagikan; Praktik
pembelajaran ini sangat penting untuk dibagikan mengingat bahwa anak usia
dini berada pada masa golden age,
dimana pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan anak meningkat dengan
sangat pesat dan apapun yang kita suguhkan kepada anak pada usia ini akan memberikan
efek berkelanjutan terhadap fase kehidupan anak selanjutnya. Jadi
alangkah baiknya jika pada masa ini anak di suguhkan dengan hal-hal yang
positif. Salah satu hal positif tersebut adalah dengan menarik minat membaca
permulaan pada anak. Keterampilan membaca permulaan pada anak usia dini merupakan suatu keterampilan
yang mutlak harus dimiliki anak agar anak bisa membuka jendela pengetahuan
yang menjadi bekal bagi anak untuk menghadapi dunia. Sehingga praktik ini
selain bisa memberikan dampak positif bagi anak, tetapi juga bisa memotivasi
diri saya sendiri untuk menangani masalah tersebut dan juga semoga bisa
menjadi inspirasi dan referensi bagi rekan guru lainnya. Peran dan tanggung jawab saya dalam
praktek ini; Sebagai
seorang guru, saya merasa memiliki peran dan tanggungjawab untuk mengatasi
masalah tersebut dengan cara melaksanakan praktik pembelajaran ini sebaik
mungkin melalui pemanfaatan media dan pemilihan model pembelajaran yang tepat
dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran bisa dicapai dengan baik. |
|
Tantangan : Apa
saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang
terlibat, |
Tantangan
dalam pelaksanaan PPL; Beberapa
hal yang menjadi tantangan saya dalam pelaksanaan PPL yang telah saya lakukan
selama 2 siklus antara lain adalah: a. Siklus 1 1. Belum begitu menguasai model dan
pendekatan pembelajaran inovatif sehingga saya merasa kesulitan dalam
menyusun perangkat pembelajaran. 2. Saya mendapatkan kelas yang baru,
dimana kelas tersebut belum di desain secara khusus untuk menjadi ruang
kelas. Oleh karena itu, 3 hari sebelum pelaksanaan PPL, saya harus
menyisihkan waktu untuk mendesain kelas tersebut agar tercipta suasana yang
kondusif ketika pelaksanaan PPL tersebut dilakukan. Hal ini membuat saya
mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara mengikuti PPG, melaksanakan
tugas di sekolah dan mendesain ruang kelas. 3. Belum terjalinnya keakrabaan antara
saya dengan anak, karena kesibukan PPG membuat saya jarang memegang kelas,
mayoritas peran saya dikelas hanya sekedar menjadi guru pendamping, walaupun
sebenarnya saya adalah guru kelas tersebut, pendampingan itupun saya lakukan
ketika saya tidak memiliki jadwal pelaksanaan vicon, sehingga antara saya dan anak kurang mengenal satu sama
lain. 4. Sulitnya menemukan seseorang yang bisa
membantu saya untuk merekam video pelaksanaan PPL saya, karena 4 orang rekan guru disekolah juga mempunyai
kegiatan penting pada hari yang sama, sedangkan disekolah kami juga ada yang
sedang mengikuti PPG dan juga sedang melaksanakan praktik PPL sama seperti
saya, jadi kami kekurangan personel untuk membantu perekaman aksi kami
tersebut. 5. Sekolah tidak memiliki proyektor
sehingga rencana awal saya ingin menayangkan media pembelajaran (flipbook) yang saya buat menggunakan
proyektor terpaksa di urungkan dan di ganti dengan menggunakan laptop saja. Pada awalnya saya yakin bahwa saya bisa menghadirkan proyektor dalam
pelaksanaan PPL saya karena biasanya pihak sekolah bisa menggunakan proyektor
desa, namun berhubung pada saat pelaksanaan PPL tersebut, desa juga memiliki
kegiatan yang menggunakan proyektor, akhirnya saya gagal menghadirkan proyektor
tersebut pada pelaksanaan PPL siklus 1 saya. 6. Minimnya kapasitas memori pada
perangkat yang digunakan untuk merekam video, membuat saya harus meminjam
perangkat teman untuk bisa menampung semua rekaman serangkaian kegiatan
pelaksanaan PPL saya. 7. Minimnya kapasitas memori pada
perangkat yang saya miliki juga masih terjadi ketika saya mengedit video,
dimana perangkat tidak bisa menampung semua video master yang akan di edit,
sehingga saya harus menghapus semua aplikasi bawaan di perangkat saya, agar tersedia
cukup kapasitas memori untuk pengeditan video tersebut dan setiap kali masuk
video baru, maka chache perangkat
harus di bersihkan sehingga saya menghabiskan waktu dari pukul 13.00 wib
sampai pukul 03.00 wib untuk mengedit video dan paginya saya mengalami
vertigo. b. Siklus 2 1. Sekolah masih belum memiliki proyektor
sehingga saya masih belum bisa menayangkan media pembelajaran saya (video
animasi) menggunakan proyektor dan masih tetap menggunakan laptop. 2. Kapasitas memori perangkat yang saya
gunakan untuk merekam aksi PPL saya masih belum bisa menampung semua rekaman
video tersebut, sehingga saya masih menggunakan perangkat teman. 3. Dalam pengeditan video, kapasitas
memori yang tersedia juga belum memungkinkan untuk melakukan pengeditan
video, sehingga saya masih harus membersihkan chache perangkat terus-menerus sehingga membutuhkan waktu yang
lama dalam penyempurnaan video tersebut. 4. Pada saat video yang sudah di edit
menjadi 15 menit saya unggah ke LMS, ternyata video tersebut berdurasi lebih
dari 15 menit, yakni durasi video tersebut adalah 15 menit 19 detik, sehingga
saya diminta oleh bu dosen untuk mengedit kembali video tersebut menjadi
video yang berdurasi maksimal 15 menit. Yang terlibat dalam
pelaksanaan PPL; 1.
Dosen dan Guru Pamong PPG Dalam jabatan
Universitas Khairun Ternate, yaitu: Bapak Dosen Dr. Taslim D Nur, Ibu
Dosen Bujuna Alhadad, M.Ag dan Ibu Sumarni Sahjat, M.Pd. Guru Pamong Bunda Pipih Sopiah,
S.Pd, dan Bunda Hadija M. Saleh, S.Pd. Ribuan ucapan terima kasih saya
haturkan kepada anda semua karena telah membimbing saya dalam menyusun
perangkat pembelajaran aksi ke 1 dan aksi ke 2 dan terus memberikan dukungan penuh
dalam pelaksanaan PPL saya serta tak henti-hentinya memberikan kritik dan
saran yang membangun demi
penyempurnaan video PPL saya. 2.
Ibu Sudarni, S.Pd selaku Kepala
Sekolah TK-SDN Satu Atap Teluk Radang, Kepri
yang telah memberi izin dan dukungan selama saya mengikuti PPG. 3.
Bunda Erna Suzana, S.Pd dan Bunda
Hj. Rosiana selaku guru TK-SDN Satu Atap Teluk Radang, Kepri yang telah
menggantikan saya menjadi guru kelas selama saya mengikuti PPG. 4. Ibu
Emawati selaku tenaga administrasi TK-SDN Satu Atap Teluk Radang, Kepri yang
telah membantu merekam video Pelaksanaan PPL saya. 5. Wali
murid kelompok A TK-SDN Satu Atap Teluk Radang, Kepri yang sudah bekerjasama dalam
meningkatkan minat membaca permulaan pada anak. 6. Anak
didik yang telah memberikan kerjasama yang baik dengan aktif dan responsif
terhadap pelaksanaan PPL saya. 7.
Orang tua, suami dan anak yang
selalu mendoakan dan memberikan dukungan serta pengertiannya kepada saya selama saya
mengikuti PPG ini. Terima kasih saya ucapkan kepada
semua pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PPG saya ini. |
|
Aksi : Langkah-langkah
apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang
digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber
daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini |
Langkah-langkah
dalam menghadapi tantangan; 1.
Dalam menyusun perangkat
pembelajaran, langkah-langkah yang saya lakukan adalah: a. Mempelajari
model dan pendekatan-pendekatan pembelajaran inovatif sehingga saya
menentukan pilihan untuk menggunakan model pembelajaran PJBL dengan
pendekatan TPACK dan Saitifik, dan juga mencantumkan HOTS pada beberapa
kegiatan pembelajaran. b. Menyiapkan
bahan ajar c. Menyusun
RPPM d. Menyusun
RPPH e. Menyusun
LKPD f. Menyiapkan
Instrumen Penilaian g. Menyiapkan
Rubrik Penilaian 2.
Dalam penataan ruang kelas,
langkah-langkah yang saya lakukan adalah: a. Mendesain
pojok baca sesuai dengan dunia anak dengan cara membuat lukisan yang menarik
di dinding, penataan buku-buku cerita yang di perlukan dan menempatkan meja
beralaskan karpet karakter untuk tempat membaca anak, hal ini dilakukan agar
menimbulkan kesan ramah terhadap anak. b. Mengatur
meja anak sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. c. Menghias
keseluruhan sisi dinding di dalam kelas dengan hiasan-hiasan dinding yang
bersifat edukatif. Dalam
mendesain ruang kelas ini saya di bantu oleh rekan-rekan guru yaitu; bunda
Hj.Rosiana, bunda Erna Suzana, S.Pd, bunda Nurfitri Diana, S.Pd, dan bunda
Masita, S.Pd, dan juga rekan tenaga administrasi yaitu bu Emawati. 3.
Dalam menjalin keakraban
bersama anak, yang saya lakukan adalah meluangkan waktu untuk bersama
anak-anak. Alhamsulillah saat pelaksanaan PPL berlangsung, anak-anak sudah
mulai akrab dengan saya dan memberikan respon yang positif dalam proses
pembelajaran. 4.
Dalam mengatasi kendala
sulitnya mencari seseorang yang bisa membantu merekam video aksi PPL saya,
hal yang saya lakukan adalah berdiskusi dengan warga sekolah, sehingga kami
mendapatkan suatu kesepakatan yaitu yang akan membantu merekam video aksi PPL
saya adalah bu Emawati, yang mana beliau adalah tenaga administrasi di
sekolah kami. 5.
Dalam mengatasi kendala
tidak adanya proyektor disekolah kami, langkah-langkah yang saya lakukan
adalah: a. Menggunakan
laptop saat menayangkan video pembelajaran b. Mengatur
posisi duduk anak setengah lingkaran dengan laptop di letakkan didepan dengan
jarak yang dekat agar bisa menjangkau semua fokus penglihatan anak terhadap
apa yang di tayangkan di laptop. 6.
Dalam mengatasi minimnya
kapasitas memori perangkat untuk perekaman video aksi PPL saya, hal yang saya
lakukan adalah meminta tolong kepada rekan guru agar bisa meminjamkan
perangkatnya. Dan alhamdulillah saya berhasil meminjam perangkat dari rekan
guru saya, yaitu bunda Rosdiana, S.Pd. 7.
Dalam mengatasi minimnya
kapasitas perangkat dalam pengeditan video, langkah-langkah yang saya lakukan
adalah: a. Membersihkan
chache pada perangkat b. Menghapus
semua aplikasi tambahan pada perangkat c. Meminjam
perangkat milik anak saya Strategi; Adapun beberapa strategi yang saya
gunakan dalam menghadapi tantangan yang berlaku adalah mengadakan diskusi
bersama pihak-pihak yang berwenang yaitu dosen, guru pamong, rekan-rekan PPG,
dan pihak sekolah. Proses Pembuatan Media dan
Kegiatan Pembelajaran; a. Siklus 1 1. Proses
dalam pembuatan media dan bahan ajar yaitu di buat sendiri oleh guru dengan
proses sebagai berikut: a.
Membuka aplikasi canva lewat situs resmi canva. b.
Mendesain flipbook menggunakan aplikasi canva
kemudian mengupload desain yang berbentuk PDF tersebut ke situs flip HTML
agar menjadi sebuah flipbook. c.
Mendownload lagu di youtube untuk di putar saat kegiatan
menyanyikan lagu sesuai tema. 2. Proses
dalam kegiatan pembelajaran yaitu sebagai berikut: a.
Menata kelas sesuai kebutuhan
kegiatan pembelajaran b.
Menyiapkan sumber dan media
pembelajaran c.
Melaksanakan kegiatan pembelajaran d.
Melakukan penilaian. b. Siklus 2 1. Proses
dalam pembuatan media dan bahan ajar yaitu di buat sendiri oleh guru dengan
proses sebagai berikut: a.
Membuka aplikasi canva lewat situs resmi canva. b.
Mendesain video pembelajaran
menggunakan aplikasi canva c.
Memperhalus video yang dihasilkan
dari aplikasi canva dan menambahkan
suara saya sendiri kedalam video dengan menggunakan aplikasi kinemaster. 2. Proses
dalam kegiatan pembelajaran yaitu sebagai berikut: a.
Menata kelas sesuai kebutuhan
kegiatan pembelajaran b.
Menyiapkan sumber dan media
pembelajaran c.
Melaksanakan kegiatan pembelajaran d.
Melakukan penilaian. Sumber Daya; Sumber
Daya yang diperlukan yaitu Laptop, internet, Modul Terkait, Situs Flip HTML, Aplikasi Youtube, Canva, Kinemaster dan Powerpoint. |
|
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana
dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya
efektif? Atau tidak efektif? Mengapa?
Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang
menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang
dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut |
Dampak
dari aksi dan langkah langkah yang dilakukan; Adapun dampak dari aksi dan langkah-langkah yang
dilakukan memberikan hasil yang efektif. Hal ini terlihat dari; 1.
Pemanfaatan media berbasis
digital sangat membantu untuk menarik minat anak untuk membaca permulaan. 2.
Penggunaan model
pembelajaran PJBL menumbuhkan kreatifitas anak dalam menuangkan imajinasi
mereka kedalam hasil karya mereka masing-masing. 3.
Penggunaan multimetode
sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan anak dalam mengikuti proses
pembelajaran. Respon Adapun pihak-pihak yang terlibat memberikan respon
yang positif terhadap penggunaan media digital yang telah saya lakukan, dan
mereka berharap agar pemanfaatan media ini tidak berhenti sampai disini.
Karena pemanfaatan media ini sangat menarik perhatian serta meningkatkan
motivasi anak dalam menumbuhkan minat membaca permulaan pada diri mereka. Faktor
keberhasilan Faktor keberhasilan berasal dari bimbingan dan
arahan yang diberikan secara terus-menerus oleh dosen pembimbing dan guru
pamong dalam
penyusunan perangkat pembelajaran aksi ke 1 dan aksi ke 2 dan terus
memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan PPL saya serta tak henti-hentinya
memberikan kritik dan saran yang
membangun demi penyempurnaan pelaksanaan PPL saya. Juga
berkat kerja sama dan dukungan dari semua pihak yang terlibat di tambah lagi
dengan sumber dan media pembelajaran yang mendukung, sehingga menghasilkan
suatu kolaborasi yang baik dan mendorong tercapainya tujuan yang ingin di
capai. Selain itu, keberhasilan ini juga terlihat
dari ketertarikan anak terhadap proses pembelajaran dan peningkatan kemampuan
anak dalam membaca gambar dan menceritakan kembali isi cerita yang telah
dilihat dari media digital yang telah di gunakan. Pembelajaran Pembelajaran yang bisa di ambil adalah masalah yang
ditemukan janganlah dijadikan suatu beban, namun harus menjadi sebuah cambuk
dan pemantik semangat untuk kita terus berinovasi dalam mengatasi masalah
yang ada dan keprofesionalan seorang
guru akan terlihat dari keberhasilan beliau dalam menangani suatu
masalah. Teruslah berkreasi dan berinovasi, karena sering
kali guru di anggap sebagai seorang yang tidak hebat, namun semua orang hebat
terlahir dari jasa seorang guru. |
Komentar
Posting Komentar